Gerindra Pertanyakan Dana Pengelolaan Jalan DKI Rp300 M

 
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
View Mode
Views:

770


Replies:1

Gerindra Pertanyakan Dana Pengelolaan Jalan DKI Rp300 M

[Image: gJ2SKp3.jpg]

"Jalan bolong dikit ditambal, bolong lagi. Jadinya proyek terus."

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, menilai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, telah salah pilih anak buah.
Sanusi mengatakan, Jokowi salah menunjuk Manggas Rudy Siahaan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Menurut Sanusi, Selasa 4 Juni 2013, salah satu kesalahan yang dilakukan oleh Manggas adalah dengan mengajukan dana swakelola atau dana tidak terduga yang cukup besar yakni sebesar Rp300 miliar.
Dana itu diajukan tanpa nomenklatur atau penamaan untuk suatu unit yang lazim bagi organisasi pemerintah.

"Ini sangat dimungkinkan untuk korupsi. Karena anggarannya sewaktu-sewaktu. Misal, jalan bolong sedikit ditambal dan bolong lagi. Ini kan jadinya proyek terus. Seharusnya tidak boleh. Mereka harus bisa prediksi jalan kapan habis masanya. Anggaran tersebut dikelola sendiri," ujar Sanusi di Kantor DPRD DKI Jakarta.

Sanusi menuturkan, saat ini semua unit di Jakarta sudah memakai nomenklatur. Artinya, semua yang dikerjakan sudah terjadwal dan sudah dihitung dengan matang. Seharusnya, kata dia, PU juga mempunyai prediksi tentang umur jalan, sehingga bisa meminimalisir penggunaan anggaran tidak terduga.
"Masa sehari-hari mereka tidak paham jangka waktu jalan.Kalau ini tidak dibereskan maka yang rugi Pak Gubernur sendiri," ujar Sanusi.
VIVAnews belum berhasil mengkonfirmasi soal ini kepada Manggas. Dia tidak menjawab panggilan telepon.

Spoiler: Source
metro.news.viva.co.id

RE: Gerindra Pertanyakan Dana Pengelolaan Jalan DKI Rp300 M

kalau penggunaannya jelas dan transparan nggak masalah kayaknya [/google]
kampoeng