Tiga Pelaku Penembakan Batul Dibekuk

 
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
View Mode
Views:

1583


Replies:2

Tiga Pelaku Penembakan Batul Dibekuk

[Image: pelaku-penembakan-bantul.jpg]
ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
Salah satu tersangka penembakan di warung makan burjo di Dusun Pelem, Baturetno, Banguntapan saat di Polres Bantul, kemarin (2/5). Foto kanan, barang bukti berupa airgun beserta isi dan handphone yang digunakan tersangka.


BANTUL – Kepolisian tak butuh waktu lama mengungkap aksi penembakan di warung makan burjo di Dusun Pelem, Baturetno, Banguntapan, sekitar pukul 00.30 Minggu (1/5) lalu. Kurang dari 48 jam, tiga dari empat pelaku penembakan dibekuk.
Ketiga pelaku adalah Dwi Achmad Nur Cahyo alias Socil, 20, warga Dusun Jeruk Legi, Banguntapan, Bantul. Dua pelaku lain VW, 16, warga Dusun Karangsari, Banguntapan, Bantul dan RBP alias Gogon, 17, warga Dusun Munggon, Sendangtirto, Berbah, Sleman. Ironisnya, dua nama yang disebut terakhir masih berstatus sebagai pelajar.
Kapolres Bantul AKBP Dadiyo mengungkapkan, ketiga pelaku ditangkap di rumah mereka Senin dini hari sekitar pukul 03.00. Satu pelaku masih buron. Namun, kepolisian telah mengantongi identitasnya. ”Masih kami kejar,” jelas Dadiyo dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, kemarin (2/5).

Dari ketiga pelaku diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tiga buah handphone, sepeda motor trail Kawasaki KLX berwarna hijau putih Nopol AB 2401 WK, sepeda motor Honda Beat Nopol AB 2701 XK dengan warna hitam putih, sepucuk airgun, satu botol peluru, serta lima unit gas.

Dadiyo menegaskan, tidak ada unsur teror dalam aksi penembakan. Aksi ini murni tindak pidana. Dari hasil pemeriksaan terungkap mereka saling kenal. Di antara mereka sebelumnya juga pernah ada perselisihan. Hanya, Dadiyo enggan membeberkannya. ”Motif masih kami dalami,” ucapnya.

Dari keterangan para pelaku juga terungkap bahwa eksekutor penembakan adalah Dwi Ahmad Nur Cahyo, pembonceng sepeda motor matic. Adapun pengendaranya adalah RBP alias Gogon. Menurut Dadiyo, pistol airgun, lima gas, dan sebotol peluru gotri kuning juga milik mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja ini. ”Dia beli online,” tuturnya.
Atas perbuatannya, ketiga pelaku yang kini mendekam di tahanan Mapolres Bantul ini dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dengan ancaman di atas lima tahun penjara.
Kabid Humas polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti menambahkan, ada aturan khusus terkait penggunaan senjata airgun. Kepemilikannya pun tak bisa sembarangan. Bahkan, pemiliknya bisa dijerat dengan Undang-Undang Darurat.

Diketahui, dua pelajar menjadi korban aksi penembakan. Kedua korban yakni Pangki Bayu Aji, 16 (sebelumnya ditulis Panggih Bayu Aji) dan Yoga Ramadhani, 18, saat nongkrong di warung makan Burjo di kampung mereka. Dua remaja yang diketahui siswa salah satu SMK ini mengalami luka tembak. Luka Pangki di kepala bagian kiri, sedang Yoga luka pada lengan kirinya. Mereka lalu dibawa RSPAU Hardjolukito.

Terpisah, Psikolog Ega Asnatasia Maharani MPsi, Psi menilai, aksi ini bisa saja fase remaja mencari jati diri. Ini dilihat dari usia pelaku yang tertangkap masih berusia remaja. Dalam fase ini, Ega menjelaskan, masih dalam membentuk identitas.
Biasanya dalam usia ini, remaja kerap kumpul dengan geng seumuran mereka. Tujuannya memberi identitas tambahan pada dirinya. Berkaca pada kasus yang terjadi, Ega menilai, aksi ini bukanlah teror namun cenderung konflik.

Menurut Ega, problemnya ada pada perilaku agresif remaja yang keliru menyalurkannya. Sebenarnya semua orang, di setiap lapisan usia pasti punya insting agresif, merusak, dan menyakiti. ”Nah, kalau tidak punya mekanisme pertahanan diri yang benar, sifat-sifat agresif itu bisa muncul tidak terkendali. Apalagi kalau dipicu konflik yang sensitif,” jelasnya.
Ega menambahkan, dalam rentang usia 16 hingga 20 tahun, pelaku digolongkan dalam generasi Z. Kelompok ini, menurutnya, memang banyak terinspirasi dari dunia digital. Bisa dari pengaruh video games, tayangan televise, dan lainnya.

”Plus, umumnya generasi Z punya kemampuan interpersonal yang rendah. Jadi urusan manajemen konflik dengan orang lain tidak mudah untuk remaja di usia ini. Jadi ya akhirnya muncul cara-cara ini untuk mengatasi konflik, termasuk kasus penembakan,” jelas dosen di Universitas Ahmad Dahlan ini.

Jaga Jogjakarta Tetap Kondusif

Aksi teror penembakan yang terjadi di Bantul, Minggu dini hari (1/5) turut memancing keprihatian Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Ditemui setelah upacara Hardiknas di Mandala Krida, Senin pagi (2/5) dia berharap aksi teror segera diungkap.

Raja Keraton Jogjakarta ini berharap, seluruh elemen masyarakat Jogjakarta tetap menjaga kondusivitas Jogjakarta. ”Pastinya sangat prihatin karena menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Belum tahu motifnya apa, sekadar iseng atau teror kecil-kecilan. Berharap pihak kepolisan cepat bisa menyelesaikan itu,” kata HB X.

Terkait aksi itu, HB X mengimbau agar masyarakat tidak termakan rasa takut. HB X mendorong agar seluruh pihak menjaga rasa nyaman dalam masyarakat.
”Belum tahu apakah itu individual atau jaringan dengan tujuan tertentu. Perlu identifikasi yang lebih jauh dan polisi pasti bertindak. Tidak hanya untuk kasus penembakan ini, tapi juga penyiletan beberapa waktu lalu,” tegasnya. (zam/dwi/ila)



semoga jogja kembali aman dan nyaman ya man Hehe

RE: Tiga Pelaku Penembakan Batul Dibekuk

jogja sering banyak teror yah man ... kangen suasana jogja yang dulu








PT. Symaxindo Memberikan Info Harga Jual Lift di Indonesia, yang merupakan distributor tunggal Symax Lift Co.Ltd

RE: Tiga Pelaku Penembakan Batul Dibekuk

Minat Toyota kunjungi Toyota Tangerang
kampoeng