Tentang NGINX (Engine X)

 
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
View Mode
Views:

2409


Replies:13

Tentang NGINX (Engine X)

[Image: aANLNpm.gif]

WIKI NGINX

Quote:Nginx (baca: engine x) adalah server HTTP dan Proxy dengan kode sumber terbuka yang bisa juga berfungsi sebagai proxy IMAP/POP3. Kode sumber nginx ditulis oleh seorang warga negara Rusia yang bernama Igor Sysoev pada tahun 2002 dan dirilis ke publik pada tahun 2004. Nginx terkenal karena stabil, memiliki tingkat performansi tinggi dan minim mengonsumsi sumber daya.
Beberapa situs terkenal yang menggunakan Nginx adalah Wordpress, Fastmail, Ohloh, Sourceforge, Github dan Kampoeng Ngupil Ketawa

Spoiler :
http://id.wikipedia.org/wiki/Nginx



“engine x” memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan Apache. Chris Lea ketika di WordCamp SF 2008 pernah menganalogikan, Apache itu bagaikan Microsoft Word, memiliki jutaan fungsi tetapi Anda hanya butuh 6. Nginx melakukan 6 hal itu, dan dia melakukannya 50 kali lebih cepat daripada Apache.”

Nginx biasanya dikenal sebagai Web server yang gesit dan efisien dalam menampilkan konten statik. Nginx diklaim minim dalam penggunaan memori dan sangat direkomendasikan untuk website-website yang berjalan di atas VPS. Untuk mengenal lebih dekat, marilah kita telaah bersama-sama alasan nginx bisa berlari lebih kencang.

Nginx dengan cepat memberikan konten statis dengan penggunaan efisien sumber daya. Hal ini dapat menyebarkan dinamis HTTP konten dijaringan dengan menggunakan fastCGI handler untuk script, dan dapat berfungsi sebagai penyeimbang perangkat lunak yang dipakai.

Nginx merupakan asyncronous -event pendekatan untuk menangani permintaan yang diprediksi memberikan kinerja yang lebih ringan. Kontras dengan apache HTTP server model yang menggunakan berulir atau proses pendekatan, permintaan dan penangganan.

Web Server Nginx mempunyai beberapa fitur yaitu sebagai berikut :
  1. Handling of static files, index files, and auto-indexing
  2. Reverse proxy with caching
  3. Load balancing
  4. Fault tolerance
  5. SSL support
  6. FastCGI support with caching
  7. Name- and IP-based virtual servers
  8. FLV streaming
  9. MP4 streaming, using the MP4 streaming module
  10. Web page access authentication
  11. gzip compression
  12. Ability to handle more than 10000 simultaneous connections
  13. URL rewriting
  14. Custom logging
  15. Server-side includes
Adapun kekurangan dan kelebihan memakai Web Server Nginx adalah sebagai berikut:
  1. Performanya yang tinggi, stabil, memiliki banyak fitur
  2. Mudah dikonfigurasi
  3. Menggunakan hanya sedikit sumberdaya pada server
  4. Tidak bergantung kepada thread untuk melayani klien
  5. Belum support IPV6
  6. Update/patchnya versi terbarunya lama keluar
  7. Fast-CGInya tidak berfungsi maximal
  8. Pemakainya tidak sebanyak Apache atau IIS (komunitasnya tidak sebanyak Apache atau IIS)
Spoiler :
http://novtani.wordpress.com/2013/04/08/web-server/

Yuk kita bangun sama-sama web server NGINX dan di kembangan dari sekarang, paman bisa mengikuti GRUP NGINX Indonesia yang saya buat disini Hehe


Arsitektur

Pertama kita harus tahu perbedaan arsitektur antara dua Web server ini. Apache merupakan process-based sedangkan Nginx merupakan event-based. Mungkin pertanyaan Anda berikutnya adalah “Lalu memangnya kenapa kalau arsitektur Nginx event-based?” Dikarenakan event-based mampu memanfaatkan seminimal mungkin thread untuk memproses request dari user, sehingga memori yang terpakai di Nginx menjadi minimal. Karena memori yang dipakai sangat kecil, hasilnya server menjadi ringan dan jauh lebih responsif.

Penulis tahu penjelasan tadi tidak banyak membantu. Oleh karena itu, mari kita mengambil sebuah analogi. Analogi ini terinspirasi dari Web daverecycles.com. Anggap Web Server adalah sebuah restoran yang menerima orderan lewat telepon. Ketika user mengakses halaman Web, maka analoginya adalah seseorang menelepon ke restoran untuk memesan makanan.

Ceritanya terdapat dua buah restoran terkenal yaitu restoran Apache dan restoran Nginx. Di restoran Apache ketika seseorang menelepon untuk memesan makanan, maka operator akan mengangkat telepon, mencatat pesanan dan menunggu makanan siap sambil terus mengangkat telepon. Ketika makanan siap baru memberitahukan ke pelanggan dan menutup telepon. Kalau ada orang lain yang menelepon, maka diperlukan operator lain yang mengangkat. Jadi kalau dalam satu waktu ada 10 orang yang menelepon, maka diperlukan 10 operator untuk melayani.

Berbeda dengan restoran Nginx. Di restoran ini, sang operator lebih terlatih dan terdidik. Ketika seseorang memesan makanan, sang operator akan mencatatnya, lalu menutup telepon. Setelah makanan sudah siap, baru menelepon kembali ke pelanggan. Jadi sang operator bisa melayani beberapa pesanan sekaligus.

Pada cerita di atas, operator telepon merupakan analogi dari “thread”. Thread-lah yang biasanya menghabiskan memori. Jadi semakin banyak thread yang terpakai, semakin banyak memori yang terkuras. Itu sebabnya Apache tidak akan mengalami masalah selama hanya sedikit orang yang mengaksesnya. Tetapi baru akan menjadi berat dan lambat kalau sudah banyak orang mengaksesnys sekaligus.

Kira-kira sampai sejauh manakah kemampuan Nginx menghemat memori dibandingkan dengan Apache? Bob Ippolito memiliki pengalaman. Dia memiliki sebuah server untuk menangani sepuluh juta request per hari, yang berarti beberapa ratus request per detik. Ketika menggunakan Nginx (setelah berbagai konfigurasi dan tweak), puncak tertinggi penggunaan memori hanya 15MB dan 10% CPU. Dengan beban yang sama, dijalankan pada Apache ternyata Apache gagal akibat menjalankan terlalu banyak thread. Jumlah memori yang terpakai juga adalah 400MB untuk semua stack thread. Dan bahkan terjadi memory leak sekitar 20MB setiap jamnya.

Tetapi kalau menyangkut masalah popularitas dan jumlah pengguna, maka Nginx memang belum bisa menandingi Apache. Jumlah hosting di Indonesia yang menyediakan server Nginx sendiri tidak terlalu banyak. Lagipula Apache begitu mendominasi di dunia Internet. Pada tahun 2009 saja, Apache sudah menembus 100 juta website. Dan per bulan Januari 2012, 58% dari selurh website di dunia menggunakan Apache.

Walau posisi Apache sulit tergeser, ternyata Nginx juga tidak berpangku tangan. Jumlah Web yang menggunakan Nginx pada awal tahun 2011 adalah 15 juta, dan per bulan November 2011 sudah mencapai 43 juta. Itu artinya peningkatan 300%! Itu membuktikan Nginx mulai cukup populer.

Spoiler :
http://www.computesta.com/blog/2012/02/nginx-kelebihan-dibanding-apache/#.U2qcXIGSyyc

Sekedar informasi tentang NGINX.
Nginx adalah web server yang sangat powerfull, menurut bechmark terbukti nginx unggul di static file dari pada apache dan lighttpd.

[Image: 0iHpvQp.png]

Dengan penggunaan NGINX sebagai reverse proxy untuk apache maka beban server dapat di kurangi dan waktu loading untuk client-client NIMHOST juga dapat semakin cepat.

Berdasarkan informasi yang di berikan oleh Extended Status Bar (firefox plugin), waktu yang di perlukan untuk membuka http://nimhost.com hanyalah 5-7 detik sedangkan untuk http://nimbrung.net hanya memerlukan waktu di antara 8-9 detik.
Pada waktu menggunakan apache, loading time untuk http://nimhost.com memakan waktu 10-12 detik sedangkan untuk http://nimbrung.net memakan waktu 15-19 detik (koneksi menggunakan Fastnet 3Mbps).

Jadi dapat di simpulkan penggunaan NGINX mempercepat loading time website.

Di harapkan dengan adanya improvisasi ini, loading time client-client NIMHOST menjadi lebih cepat dan server pun menjadi lebih stabil.

Spoiler :
http://bundanartydesign.blogspot.com/2011/05/mengapa-harus-menggunakan-nginx-untuk.html

Wah mantep bener kan NGINX Ngupil

Gimana apakah paman/tante sudah menggunakan/pengguna NGINX? Ngupil

(This post was last modified: 08-05-2014 03:59 AM by SunDi3yansyah.)

RT: Tentang NGINX (Engine X)

sudah make paman, lumayan penggunaan ressource nya lebih rendah

RT: Tentang NGINX (Engine X)

Kalo Nginx VS LiteSpeed menang siapa nih Ngupil

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(08-05-2014 09:58 AM)c0nn3x0r Wrote: Kalo Nginx VS LiteSpeed menang siapa nih Ngupil

LiteSpeed Paman Meletsamabokong

RT: Tentang NGINX (Engine X)

Mudah dikonfigurasi Nguping

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(08-05-2014 09:38 AM)Arc Wrote: sudah make paman, lumayan penggunaan ressource nya lebih rendah

Asek bertambah pengguna NGINX Asik

(08-05-2014 09:58 AM)c0nn3x0r Wrote: Kalo Nginx VS LiteSpeed menang siapa nih Ngupil

(08-05-2014 02:40 PM)Noveriz Wrote: LiteSpeed Paman Meletsamabokong

Hehehe kita disni membandingkan yang FREE aja :D untuk orang miskin seperti saya Ketawa Barang bayar itu suah pasti bagus, kalau jelek,,, itu namanya sudah mainstream Haha

(08-05-2014 03:07 PM)fachrils Wrote: Mudah dikonfigurasi Nguping

Mudah-mudah susah man Haha
(This post was last modified: 08-05-2014 10:22 PM by SunDi3yansyah.)

RT: Tentang NGINX (Engine X)

walah mesti belajar nanti nih tentang ini Ilfeel

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(09-05-2014 09:10 AM)Azen Wrote: walah mesti belajar nanti nih tentang ini Ilfeel

Kenapa gk sekarang aja man Hehe

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(10-05-2014 12:05 PM)SunDi3yansyah Wrote: Kenapa gk sekarang aja man Hehe

sekarng pelajarin web nya dulu paman Hehe

RT: Tentang NGINX (Engine X)

whahah bener kata paman cahyadi, eh btw nginx bisa dipake di windows kagak Ngerokok

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(10-05-2014 03:52 PM)c0nn3x0r Wrote: whahah bener kata paman cahyadi, eh btw nginx bisa dipake di windows kagak Ngerokok

Bisam, kan tinggal di download aja man Hehe

RT: Tentang NGINX (Engine X)

adminya udah cinta ama nginx :v

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(11-05-2014 02:03 PM)DeathGates Wrote: adminya udah cinta ama nginx :v


Udh pasti donk man haha

RT: Tentang NGINX (Engine X)

(11-05-2014 02:03 PM)DeathGates Wrote: adminya udah cinta ama nginx :v

Iya Ketawa

(24-05-2014 06:41 AM)badowl Wrote: Udh pasti donk man haha

Kita? Bingung Ketawa
kampoeng