[ASK] Kode Kode Dan Fungsi Fungsi .htaccess

 
  • 2 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
View Mode
Views:

830


Replies:4

[ASK] Kode Kode Dan Fungsi Fungsi .htaccess

paman/tante ada yang tau gx kode-kode sama fungsi-fungsi .htaccess lengkap ?? kalau ada tolong reply threadnya..

RT: [ASK] Kode Kode Dan Fungsi Fungsi .htaccess

Tunggu-tunggu saya punya kaya nya di bookmark... nanti saya buka dulu Hehe

RT: [ASK] Kode Kode Dan Fungsi Fungsi .htaccess

Kalau gini gimana? Bingung

http://www.askapache.com/category/htaccess/
http://www.htaccesselite.com/
http://bisakomputer.com/mengenal-htaccess-bagian-1/
http://bisakomputer.com/mengenal-htaccess-bagian-2/

Ketawa apa lagi ya bingung

RT: [ASK] Kode Kode Dan Fungsi Fungsi .htaccess

(26-04-2014 08:21 PM)SunDi3yansyah Wrote: Kalau gini gimana? Bingung

http://www.askapache.com/category/htaccess/
http://www.htaccesselite.com/
http://bisakomputer.com/mengenal-htaccess-bagian-1/
http://bisakomputer.com/mengenal-htaccess-bagian-2/

Ketawa apa lagi ya bingung
sya coba dulu,, makasih paman Hehe

RT: [ASK] Kode Kode Dan Fungsi Fungsi .htaccess

Mengenal htaccess dan fungsinya
Spoiler :
File .htaccess adalah file konfigurasi yang disediakan oleh web server Apache, yang biasanya digunakan untuk mengubah pengaturan default dari Apache. Kita ketahui bahwa sebagian besar web hosting di internet menggunakan Apache sebagai servernya sehingga bagi para pengelola web / webmaster sedikit banyak harus belajar tentang .htaccess agar kita bisa mengubah pengaturan default dari server. File .htaccess merupakan file teks ASCII sederhana yang biasanya diletakkan dalam root direktori. File ini diharuskan dalam format ASCII dan bukan binary dan untuk file permission (atribut file) pada server hosting harus di set 644 (rw-r-r). Hal tersebut dimaksudkan agar server dapat mengakses file .htaccess, tapi mencegah user untuk mengakses file .htaccess dari browser mereka. File .htaccess yang diletakkan dalam root direktori dapat digunakan untuk mengubah konfigurasi dari subdirektori-subdirektori yang ada didalamnya, sehingga dalam satu website biasanya kita cukup untuk mempunyai 1 file .htaccess saja yang diletakkan dalam root direktori.

Kode perintah dalam file .htaccess harus ditempatkan dalam satu baris, jadi apabila kita membuat file .htaccess dengan menggunakan text editor seperti notepad maka kita harus mendisable fungsi word wrap (memotong baris) terlebih dahulu.

File .htaccess dapat digunakan antara lain untuk :
1. Coustom Error Page
Pesan error pada sebuah website sangat penting karena bisa membantu para pengunjung dalam mengetahui apa yang sedang terjadi. Dengan htaccess kita dapat mengubah halaman error pada server, dengan mendefinisikan sesuai dengan keinginan kita sendiri. Contohnya yaitu pengalihan pesan sesuai fungsinya seperti berikut :
ErrorDocument 400 /errors/400.html
ErrorDocument 401 /errors/401.html
ErrorDocument 403 /errors/403.html
ErrorDocument 404 /errors/404.html
ErrorDocument 500 /errors/500.html

Override SSI Setting
Secara default, hanya halaman web yang mempunyai extensi .shtml yang bisa menjalankan server-side termasuk SSI di server. Dengan menggunakan .htaccess kita dapat mengubah setting default tersebut agar SSI bisa bekerja dengan format HTML.

Untuk mengubah pengaturan tersebut, kita dapat menambahkan kode berikut di file .htaccess
AddType text/html .html
AddHandler  server-parsed .html
Jika kita menginginkan halaman yang berekstensi .html dan .htm untuk dapat menjalankan SSI, maka file .htaccess dapat ditambahkan kode berikut
AddType text/html .html
AddHandler  server-parsed .html
AddHandler  server-parsed .htm
kampoeng