Waspada Kemungkinan Hacker Serang Website KPU

 
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
View Mode
Views:

512


Replies:1

Waspada Kemungkinan Hacker Serang Website KPU

[Image: 0SeJJsQVNH.jpg]


JAKARTA - Jelang pemilu pemilihan calon legislatif dan calon presiden tahun ini, tim IT yang mengelola website pemerintahan termasuk KPU diharapkan untuk mewaspadai kemungkinan diserang hacker. Selain peningkatan keamanan cyber, juga harus disiapkan cara penanganan terhadap serangan tersebut.

Kepada Kampoeng, Senin (17/3/2014), I Made Wiryana, Dosen Universitas Gunadarma mengatakan bahwa serangan hacker kemungkinan ada. "Kemungkinan selalu ada. Serangan ini bermacam-macam. Salah satunya serangan DoS (Denial-of-Service)," tutur Made.

Ia menjelaskan, serangan ini terjadi karena server sebuah website terlalu banyak beban akibat diakses oleh banyak komputer. Penjahat cyber bisa mengondisikan, membuat server website ini kelebihan beban karena dibombardir seolah-olah banyak orang yang mengakses website tersebut.

"Kalau enggak disiasati, attack (serangan) bisa terjadi seperti itu," ungkapnya. Ia mengatakan, dengan serangan ini, maka website yang kelebihan beban ini tidak dapat diakses dan tidak menampilkan halaman sebagaimana mestinya.

Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa bisa saja dengan momen Pemilu 2014 ini, website pemerintahan atau http://www.kpu.go.id/ banyak diakses orang. Sehingga, menyebabkan server kelebihan beban dan tidak dapat diakses.

Untuk menjaga agar tidak sampai terjadi serangan DoS, tim sekuriti IT harus dapat terus memantau trafik website, meningkatkan pengamanan cyber, bahkan bila perlu menyebar atau menambah jumlah server agar kapasitas pengunjung bisa ditingkatkan. Pria yang pernah membuat website pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga mengatakan, tim IT juga perlu berkoordinasi dengan provider jaringan untuk kelancaran akses website-website tertentu, termasuk kpu.go.id.

Ia menceritakan bahwa dahulu website pribadi SBY dianggap terkena serangan DoS. "Dulu waktu pertama launching pernah. Ketika banyak akses, provider mengira ada serangan 'denial-of-service'," ujarnya. Menurutnya, sistem server website harus dibuat sedemikian rupa agar server ringan dan tidak mengalami kelebihan beban trafik pengunjung.

Terbukti pada beberapa kasus, seperti pengumuman ujian kelulusan atau mungkin informasi CPNS, bisa ditemukan website yang tidak bisa diakses lantaran ribuan atau bahkan jutaan orang mengakses website tersebut. "Sistemnya harus dibuat ringan, servernya harus tersebar," pungkasnya



Noh , Negara Nyelenggarain KPU habis hampir 170 Triliyun Takut Takut
170 Triliyun bisa di beliin Jembatan Suramadu 3 , Gedung Sekolah 50 Dan masih banyak lagi

Pesan aja ya paman , yg hacker ,,, Huhu soalnya gw bukan hacker gw cardiman Haha Haha pesan nih website punya negara sendiri jangan di bobol mendingan #PrayForPalestine , serang punya negara israel yg menghancurkan negara Palestina itu lebih baik tujuannya

Yaudah gausah panjang lebar , ntar yg baca mulutnya kering Ketawa Ketawa Ketawa

RT: Waspada Kemungkinan Hacker Serang Website KPU

nDewo Huhu ..
kampoeng